menara air tanpa pompa logo

Menara Air Tanpa Mesin Pompa

Evaluasi Menara Air Tanpa Mesin Pompa

Dilatarbelakangi masalah kebutuhan menara air tanpa mesin pompa karena barak karyawan di hampir semua lokasi tidak memiliki menara air, sehingga karyawan yang tinggal tidak merasa nyaman karena kebutuhan konsumsi air tidak mencukupi. optimal.

Pembangunan menara air permanen tidak memungkinkan karena peruntukannya untuk barak karyawan hanya bersifat sementara karena strukturnya menggunakan kayu sehingga tidak tahan lama. Biaya pembuatan menara air tanpa mesin pompa lebih terjangkau dibandingkan menara air permanen yang relatif lebih mahal dan juga jika dialokasikan mesin pompa air membutuhkan bahan bakar minyak dan biaya yang tidak sedikit.

Solusi

Untuk permasalahan tersebut diperlukan suatu terobosan atau inovasi untuk mempermudah dan meminimalisir permasalahan dalam proses penyediaan rumah yang layak huni bagi karyawan.

Dalam tulisan ini salah satu terobosan dan inovasi pembangunan barak karyawan direncanakan untuk ditambah bangunan menara air gravitasi tanpa menggunakan mesin pompa air.

Kelebihan dan Keuntungan Menara Air Tanpa Mesin Pompa.

Penggunaan konstruksi Menara Air tanpa mesin Pompa akan membantu meminimalkan masalah penyediaan air bersih di barak karyawan. Adapun kelebihan dan manfaatnya adalah sebagai berikut:

  • Biayanya relatif murah.
  • Waktu pembuatan lebih cepat.
  • Biaya operasional minimal.
  • Dapat digunakan untuk memindahkan (pembongkaran).
  • Lingkup pekerjaan di lapangan.
  • Pembangunan waduk atau sumur sebagai sumber air bersih untuk dialirkan ke barak.
  • Pembuatan menara tempat tangki air ditempatkan.
  • Perakitan tangki air kedap udara.
  • Pemasangan instalasi perpipaan/jaringan air bersih ke barak.
  • Sistem operasi.

Menara Air tanpa mesin Pompa:

menara air tanpa pompa

Keterangan:

  1. Lubang pipa inlet
  2. Pipa hisap
  3. Waduk
  4. Pipa keluar
  5. Keran
  6. Leher angsa
  7. Pipa ke barak
  8. Lubang Pipa outlet

Analisa perhitungan:

Perubahan energi potensial air dari titik A ke titik B ► Ep AB = m . g . h1
Perubahan energi potensial air dari titik B ke titik D ► Ep BD = m . g . (-h2)
Ep BD = -m.g.h2

Perubahan energi potensial air dari titik A ke titik D:

Ep AD = Ep AB + Ep AD
Ep AD = m.g.h1 + (-m.g.h2 )
= m.g.h1 – (m.g.h2 )
= m.g.(h1 – h2 )

Karena h1>h2, maka h1-h2>0
► m.g.(h1 – h2 ) > 0
► Ep AD > 0

Jadi untuk memindahkan air dari A ke D melalui B diperlukan Energi dari luar sistem sebesar Ep AD = m.g.(h1 – h2).

Ukuran pipa inlet lebih kecil dari pipa outlet.

Untuk memindahkan suatu benda ke tempat yang lebih tinggi, dibutuhkan usaha yang sama dengan perubahan energi potensial mekanik benda tersebut. Jadi untuk memindahkan air dari sumur ke tempat yang lebih tinggi membutuhkan kerja, artinya dibutuhkan energi dari luar sistem. Jadi Pompa Air Gravitasi seperti pada gambar hanya dapat bekerja jika tangki air dan jaringan dalam keadaan vakum.

Estimasi Biaya

Untuk pembangunan Menara Air tanpa Mesin Pompa diperkirakan menghabiskan biaya kurang lebih 2,5 juta rupiah.

Penutupan

Maka dari itu, kami menulis makalah ini untuk dapat menambah masukan atau inovasi baru dalam memenuhi kebutuhan air untuk barak karyawan. Pembuatan Menara Air tanpa Mesin Pompa memang membutuhkan ketelitian yang tinggi karena jika terjadi kebocoran udara atau area yang akan dilewati air tidak vakum maka resiko kegagalan sangat besar.

Belajar lagi menambah Inovasi dari Gambar AutoCAD

Sikap Ginting

CivilEngineerDWG.com adalah wadah Ilmu pelaksanaan Kerja/ Belajar ID yang menyediakan AutoCAD, Estimasi, Makalah Aktual Tanpa Kedaluwarsa serta Data Lainnya yang masih dalam Standart Operasional Prosedur dalam Dunia Kerja dan Pendidikan.

Tinggalkan Balasan